Kamis, 11 Januari 2018

Teruntuk pria bermata sendu, dari aku pecandumu

Aku risau berbincang dengan sesuatu yang terus berbicara dalam pikiran ini
Berspekulasi dengan imaji
Penuh bisikan memprovokasi rasa takutku

Aku takut pria bermata sendu
Takut sesuatu yang disebut sebut takdir itu membuatmu menghilang
Tapi menyisakan bayang dengan keabadian penuh luka

Pria bermata sendu
Dari sekian rasa, sekian banyak aku cinta padamu yang mungkin semu
Rasaku lebih dari itu

Aku pecandumu
Rasaku lebih dari itu
Wanita yang mencintai tiap helaian rambut, denyut nadi, dan segala yang membuatmu hidup

Jariku tanganku ada sepuluh
Bila kau mau patahkan saja itu, jangan hatiku yang hanya satu
Aku ingin selalu bahagia denganmu, benar-benar bahagia bukan bualan

Pria bermata sendu,
Dalam kemelankolisan ini aku berkata terus terang
Mengadu padamu tentang logika dan perasaan yang terkadang bersebrangan

Aku mengeluh padamu,
Memintamu dalam sunyi dari sekian sibukmu untuk percaya
Bahwa wanita bodoh ini tetap mengkhawatirkanmu

[1/..] 06/10/2017

Rabu, 14 Juni 2017

Tanya


Aku sudah bertanya pada angin
Dan itu gila

Kemudian aku bertanya pada hujan
Dan sama-sama gila

Jadi sekarang aku bertanya padamu
Semoga tidak gila

Apakah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba itu perlu di tolak?
Lalu ketika ingin menonak tapi tetap tak bisa di hentikan harus bagaimana?

Angin hanya berhembus
Hujan hanya turun
Aku hanya ingin kamu menjawabnya

(Bandung, 08 Desember 2016. Dian Angela Febria)

Senin, 07 November 2016

Pecandu

Jiwanya tertelan keegoisan
Dikelilingi birahi yang dahsyat
Melirik tanpa melihat
Mendengung tanpa mendengar
Berkata-kata tanpa bicara
Kemudian setan berbisik
Aku berada diantara pecandu

Pecandu katanya
Siapa yang pecandu?
Aku pecandu
Aku berada diantara pecandu

Pecandu katanya
Apa yang pecandu?
Kesenangan kubilang
Aku berada diantara pecandu

Aku pemilik jiwa yang gelap
Birahi yang menggebu-gebu
Kau siapa berani menatapku?
Apa hakmu mengomeliku?
Beraninya kalian meneriakiku!

Aku pecandu
Pecandu kesenangan
Merasa bahagia bisa terbang
Terpejam tanpa beban
Dan setan menemaniku


(Bandung, 31 Oktober 2016. Dian Angela Febria)