Rabu, 14 Juni 2017

Tanya


Aku sudah bertanya pada angin
Dan itu gila

Kemudian aku bertanya pada hujan
Dan sama-sama gila

Jadi sekarang aku bertanya padamu
Semoga tidak gila

Apakah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba itu perlu di tolak?
Lalu ketika ingin menonak tapi tetap tak bisa di hentikan harus bagaimana?

Angin hanya berhembus
Hujan hanya turun
Aku hanya ingin kamu menjawabnya

(Bandung, 08 Desember 2016. Dian Angela Febria)

Senin, 07 November 2016

Pecandu

Jiwanya tertelan keegoisan
Dikelilingi birahi yang dahsyat
Melirik tanpa melihat
Mendengung tanpa mendengar
Berkata-kata tanpa bicara
Kemudian setan berbisik
Aku berada diantara pecandu

Pecandu katanya
Siapa yang pecandu?
Aku pecandu
Aku berada diantara pecandu

Pecandu katanya
Apa yang pecandu?
Kesenangan kubilang
Aku berada diantara pecandu

Aku pemilik jiwa yang gelap
Birahi yang menggebu-gebu
Kau siapa berani menatapku?
Apa hakmu mengomeliku?
Beraninya kalian meneriakiku!

Aku pecandu
Pecandu kesenangan
Merasa bahagia bisa terbang
Terpejam tanpa beban
Dan setan menemaniku


(Bandung, 31 Oktober 2016. Dian Angela Febria)

Rabu, 13 Juli 2016

Hujan Api

Yang paling di rindukan setelah di hujani berkali­-kali adalah api, entah untuk menghangatkan atau untuk meleburkan. Aku merindukan api. Rasanya seperti masuk angin karena terlalu lama kedinginan. Terlebih lagi hati ini yang beku, semacam mual rasanya atau mungkin terasa muak, ah entahlah terasa sangat aneh dan tidak enak di dada, yang pasti semua orang pasti tau rasanya masuk angin karena dihujani dengan sangat keras apalagi berkali­-kali. Merasa sepi, sedih, sendiri dan tak bisa pergi kemana-mana. Kalau saja hujan itu hanya gerimis, aku tak akan setakut ini. Aku takut mati tersambar petir dan akhirnya mati rasa. Dan sekali lagi, aku merindukan api. Merindukan rengkuhanmu yang hangat. 


Terlalu jauh engkau saat ini
dan aku sedih
Tak perduli lagi engkau saat ini
dan aku sedih

Merindukan engkau saat ini
dan aku perih
Menginginkan engkau saat ini
dan aku perih

Datanglah engkau saat ini
aku tak akan sedih dan perih


(Bandung, 13 Juli 2016. Dian Angela Febria)